Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.
Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Saya pun juga pernah merasakan cinta diam-diam, bahkan sampai saat ini. Sesuai pengalaman saya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan sering melontarkan pertanyaan pertanyaan ini.
“Apakah dia tahu kalau saya sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”
“Apa dia pernah melihat saya?, menyadari keberadaan saya? Atau saya begitu tak nyata?”
“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang saya?”
“Mengapa dia menyanyikan lagu favorit saya, bahkan didepan saya sekaligus ?”
“Ah, bagaimana bisa dia bercerita ke temannya baru saja menonton film yang sudah berkali-kali saya tonton karena saya sungguh menyukainya?”
“Apakah dia punya perasaan yang sama dengan saya?”
Saya sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.
Setahu saya, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.
Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus